Tampilkan postingan dengan label manfaat gendong bayi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label manfaat gendong bayi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 27 Agustus 2014

Is Baby Wearing Safe??

When done properly, carrying a baby in a soft baby carrier can be safer than carrying a baby in your arms. Your carrier doesn’t have muscles that get tired, and your carrier doesn’t have arms that reflexively reach out to balance you or catch you when you fall. But, as with anything concerning babies, good safety practices are of paramount importance. This article has many safety tips, but no set of guidelines can anticipate every circumstance. You are responsible for your child’s safety as well as your own.

Whatever carrier you choose, learn to use it properly, and always keep safety in mind.

A Few ABSOLUTE RULES

1. Make sure your baby can breathe. Baby carriers allow parents to be hands-free to do other things … but you must always remain active in caring for your child. No baby carrier can ensure that your baby always has an open airway; that’s your job.

a. Never allow a baby to be carried, held, or placed in such a way that his chin is curled against his chest. This rule applies to babies being held in arms, in baby carriers, in infant car seats, or in any other kind of seat or situation. This position can restrict the baby’s ability to breathe. Newborns lack the muscle control to open their airways. They need good back support in carriers so that they don’t slump into the chin-to-chest position.

b. Never allow a baby’s head and face to be covered with fabric. Covering a baby’s head and face can cause her to “rebreathe” the same air, which is a dangerous situation. Also, covering her head and face keeps you from being able to check on her. Always make sure your baby has plenty of airflow. Check on her frequently.

2. Never jog, run, jump on a trampoline, or do any other activity that subjects your baby to similar shaking or bouncing motion. “This motion can do damage to the baby’s neck, spine and/or brain,” explains the American Chiropractic Association.

3. Never use a baby carrier when riding in a car. Soft baby carriers provide none of the protection that car seats provide.

4. Use only carriers that are appropriate for your baby’s age and weight. For example, frame backpacks can be useful for hiking with older babies and toddlers but aren’t appropriate for babies who can’t sit unassisted for extended periods. Front packs usually have a weight range of 8 to 20 pounds; smaller babies may slip out of the carrier, and larger babies will almost certainly cause back discomfort for the person using the carrier.

http://babywearinginternational.org/pages/safety.php



Kalo mau pilih2 yang mana gendongan bisa pilih di ASA Rental Baby Goods. Bisa hemat dan bisa dibalikin kalo babynya udah ga mau lagi.

SMS/WA: 081295900675 087837815222
Fb: https://www.facebook.com/asababygoodsrental
Pin BB 79b6f1b2 

Sabtu, 09 Agustus 2014

Penting! Menggendong Bayi

Ada yang berpendapat, bahwa sering menggendong bayi sama saja dengan memanjakannya. Bahkan istilah 'bau tangan' dicap pada bayi-bayi yang baru mau tenang bila digendong, terutama oleh ibunya. Pendapat lain yang ekstrim adalah  bayi yang selalu 
digendong atau didekap, akan tumbuh menjadi bayi yang rewel, cengeng, selalu mencari perhatian, tidak mandiri dan manja.

Anggapan di atas sudah pasti keliru. Tahukah Anda, menggendong  merupakan salah satu bagian penting dalam pengasuhan anak. Menurut dr. William Sears, dokter anak yang sangat berpengalaman soal pengasuhan, menggendong adalah salah satu perangkat dariAttachment Parenting,  sebuah metode pengasuhan anak yang lebih dari sekadar menerapkan aturan-aturan yang super ketat.  Metode ini dikenal dengan penggunaan tujuh perangkat “Baby B”, yaitu:

  1. Birthbonding (ikatan lahir/keterikatan).
  2. Breastfeeding (menyusui).
  3. Babywearing (menggendong bayi).
  4. Balance (keseimbangan).
  5. Bedding close to baby (tidur berdekatan dengan bayi).
  6. Belief in the signal value of baby’s cry (percaya pada nilai sinyal tangisan bayi).
  7. Beware of the baby trainers (waspada terhadap para pelatih bayi).

Dengan tujuh “Baby B”, Anda dapat belajar membaca 'bahasa' dari bayi dan bagaimana meresponnya dengan tepat. Menggendong merupakan bagian dari “handling the baby with love”. Tak ada istilah “bau tangan” atau bayi jadi rewel, yang terjadi malah sebaliknya. Bayiyang sering digendong menjadi lebih bahagia karena ada jalinan kedekatan dengan ibunya.

http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Terbaru/Terbaru/penting.menggendong.bayi/001/007/1192/3]

Manfaat Menggendong Bayi

Tak hanya jalinan kedekatan yang kuat antara ibu dan bayi, ada berjuta  manfaat yang muncul dari kegiatan menggendong bayi.  

Manfaat untuk bayi:

Menenangkan. 
Anda dan bayi bergerak dan beraktivitas bersama. Bayi akan mendengar suara Anda ketika Anda berbicara dengan orang lain. Ia 

ikut merasakan emosi Anda dan yakin Anda memberinya rasa aman serta nyaman. Keadaan ini membuat ia tak punya alasan untuk rewel karena ia masih menempel pada ibunya.   

Mengajarkan bayi bergembira. 
Umumnya bayi tidak ingin sendirian saat terjaga. Ia butuh seseorang berada di dekatnya. Ketika dalam kandungan, bayi setiap saat mendengar suara Anda dan belaian tangan Anda. Ketika menggendong, Anda menciptakan langkah-langkah berirama, mengajaknya 
tersenyum, mengajaknya ngobrol. Itu semua merupakan cara mengajarkan bayibergembira.

Menstimulasi sistem keseimbangan. 
Sistem keseimbangan terletak di bagian dalam telinga yang bekerja sebagai sensor keseimbangan tubuh. Stimulasi saat Anda melakukan gerakan lembut pada saat menggendong seperti mengusap atau membelai bayi, membantunya bernapas sehingga sistem keseimbangan tubuh tumbuh dengan lebih baik. Akibatnya kemampuan motorik meningkat.

Mengajarkan tentang dunia. 
Bayi ikut melihat apa yang Anda lihat saat ia dalam gendongan. Ia diajak untuk siap  berinteraksi dengan lingkungannya. Dalam dekapan Anda, bayi dapat melihat dan mengamati kejadian di sekitarnya dengan perasaan aman. Ketika ia melihat ekspresi Anda, ia juga belajar tentang emosi.

Belajar bicara. 
Bayi yang sering digendong punya keterampilan bicara lebih baik. Sebab bayi sudah memerhatikan dan menyimak percakapan Anda sejak dini. Bahkan bayi bisa merasa ikut diajak bicara, karena posisi bayi berada dalam level mata dan suara yang jaraknya cukup dekat dengan Anda. 

Manfaat untuk ibu:

Mudah menyusui. 
Masih ingat perangkat “Baby B”, yaitu Babywearing dan Breastfeeding di metodeAttachment Parenting? Kedua hal ini saling mendukung dalam manfaat yang satu ini. Saat menggendong, memudahkan Anda untuk menyusui bayi. Anda juga dapat memberikan posisi nyaman untuk bayi menyusu, dibandingkan bila ia hanya tidur di atas tempat tidur.

Sambil bekerja. 
Menggendong bayi dapat membuat kehidupan Anda menjadi lebih mudah. Anda tak harus menunggui bayi di kamar sepanjang hari. Menggendong bayi dapat membebaskan Anda untuk  tetap beraktivitas. Saat ia terjaga dari tidurnya, Anda bisa segera mengajaknya ngobrol.

Anda lebih perhatian.
Posisi bayi di pelukan Anda yang dekat dengan pandangan Anda menjadikan Anda menjadi lebih memerhatikan gerak-gerik bayi. Keamanan dan kenyamanan bayi lebih mudah Anda rasakan. Anda pun jadi lebih mengenal kebiasan buah hati Anda. Anda belajar untuk peka dan merespon bayi dengan tepat.

Mudah ditidurkan.
Bila bayi sulit tidur, menggendong bisa jadi langkah selanjutnya setelah Anda yakin popoknya kering dan perutnya kenyang. Menggendong bisa jadi cara untuk menidurkanbayi dengan lebih mudah, diiringi nursery rhymes. Alunan musik, suara merdu Anda ditambah ayunan lembut adalah ramuan ampuh untuk menidurkan bayi.  Bayi pun tidur lebih nyaman dan lama.

Praktis bepergian. 
Sebentar atau lama tak jadi soal, sebab Anda tinggal ambil gendongan dan si kecil pun nyaman keluar rumah bersama Anda. 

http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/bayi/psikologi/manfaat.menggendong.bayi/001/007/1193/1/1